ku langkahkan kaki ku
melewati jalan yang tak berujung
ku buka kedua mata ku
melihat akan lara kegundahan
ku dengarkan akan jerit kesakitan
anak kecil menangis rintih akan kelaparan

teman atau lawan yang tersisa
kenapa harus ada pertumpahan
Panas sang surya membakar kulit
dinginnya hujan menusuk tulang

 

sudah habis rasanya air mata ini
sudah tertutup bibir ini untuk tersenyum
hanya harapan akan putra dan putri kami
akan masa depan yang lebih baik.